Rabu, 27 Desember 2017

Dream big, make it happen!

Nama saya Melati, umur 22 tahun. Saya tinggal di Jerman sudah sekitar 2,5 Tahun. Tepatnya di kota Munich, Bavaria. Saya dulu pernah bersekolah di SMKN1 Jombang lulus tahun ajaran 2012. Kemudian saya bekerja sebagai seorang Housekeeping room attendant casual daily worker di Shangri-La Hotel Surabaya selama satu tahun. Kemudian saya dipromosi dan pindah menjadi seorang Front desk agent di Shangri-La Hotel Surabaya juga selama kurang lebih dua Tahun.

Tahun 2015 saya memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan impian saya di Shangri-La Hotel Surabaya dan memilih untuk terbang ke Jerman dengan alasan karena saya masih muda dan ingin melihat dunia lebih luas. Untuk bisa sampai ke Jerman membutuhkan banyak sekali pengorbanan, lahir dan batin . bagaimana saya tidak boleh gegabah dalam mengambil sebuah keputusan yang nantinya akan bermanfaat di kehidupan saya di masa yang akan datang. Bukan lah proses yang mudah untuk bisa sampai ke Jerman karena saya bukanlah mahasiswa yang jenius hingga dapat beasiswa. Saya pun bukan orang yang berkecukupan hingga bisa jalan-jalan ke Jerman. Namun semua berawal dari sebuah mimpi dan saya selalu percaya dengan mimpi saya. Saya selalu berdoa dan berusaha agar kelak apa yang saya impikan bisa terwujud.

Saat ini saya sedang bersekolah jurusan Perhotelan di salah satu Sekolah negeri milik pemerintah di Munich, Bavaria. Sekolah saya ini bisa dikatakan program Diploma atau tidak jauh beda dengan SMK.
Atau orang Jerman menyebutnya sebagai Ausbildung. Nama Sekolah saya adalah Städtische berufsschule für das hotel- gaststätten- und braugewerbe
Saya akan menempuh program belajar ini selama 3 tahun. Saya tidak perlu membayar sepeser pun untuk keperluan sekolah karna pihak tempat saya bekerja atau magang telah bertanggung jawab atas semua keperluan saya di sekolah. Ausbildung ini adalah Sekolah sambil Magang. Dalam waktu satu bulan saya diharuskan pergi ke sekolah selama kurun waktu dua minggu dan magang di tempat kerja selama dua minggu juga. Ketika saya ada jadwal untuk ke sekolah saya tidak diperbolehkan mengambil cuti karna sekolah itu wajib. Saya akan diperbolehkan mengambil cuti ketika saya ada jadwal di tempat magang.

Proses awal saya bisa mendapatkan sekolah dan tempat magang ini bisa dikatakan tidak mudah walaupun saya sudah punya pengalaman bekerja di Hotel bintang lima dikarenakan saya adalah orang asing, bukan EU pula. Mereka (Perusahaan Jerman) akan lebih memilih orang lokal ataupun orang orang asing yang masih berpasspor EU daripada memilih orang-orang di luar EU karna  izin tinggal yang juga tidak mudah untuk bisa didapat.

Saya mengirim banyak sekali surat lamaran ke berbagai macam hotel di Munich maupun di luar kota Munich. Namun hasilnya nihil. Adapun beberapa kali undangan interview namun kadang saya gagal ataupun saya belum cocok dengan tawaran mereka. Salah satunya saya menginginkan tempat Ausbildung yang menyediakan tempat tinggal karna untuk bisa mendapatkan tempat tinggal di kota Munich sangatlah tidak mudah dan sangat mahal biaya sewanya. Kebanyakan Ausbildung di Hotel tidak memfasilitasi trainee mereka tempat tinggal.

Musim Semi 2017 saya mendapat undangan interview di salah satu Hotel bintang tiga di Munich yaitu Derag Livinghotel am Deutschen Museum. Setelah melalui beberapa proses interview, alhamdulillah hotel ini lah yang mau membantu saya untuk memberikan fasilitas tempat tinggal. Sehingga saya menerima tawaran mereka untuk bisa bergabung menjadi trainee mereka dalam kurun waktu tiga tahun. Mereka lah yang membantu dan memantau saya dalam mengurus visa, asuransi kesehatan, dan masih banyak dokumen yang saya perlukan untuk bisa terdaftar di Sekolah salah satunya sertifikat berbahasa Jerman dikarenakan saya orang asing.
Setiap tahun ada dua kali waktu dimana orang orang bisa memulai Ausbildung mereka yaitu semester Musim Panas dimulai awal bulan September dan semester musim Dingin dimulai awal bulan Februari.
Saat itu saya mulai di bulan September 2017. Hotel tempat saya magang ini memang jauh berbeda dengan tempat saya bekerja dulu di Surabaya. Namun saya tidak pernah menyesal atau berputus asa dalam mencari ilmu. Karna dimana pun saya berada pasti akan selalu ada pengalaman yang berharga dan bermanfaat di kehidupan saya kelak.

Salah satu cita-cita saya adalah bisa bekerja di Hotel di Jerman dan menimba ilmu selagi ada kesempatan. Saya sangat bersyukur karna saya bisa mewujudkannya sekarang ini. Namun semua ini saya dapatkan dengan proses yang sangat panjang dan sangat menguras hati dan tenaga.

Sebelum saya bisa menjadi bagian di Hotel tempat saya magang ini dan sebelum saya bersekolah, saya bekerja di dinas Sosial tempat rehabilitasi orang cacat selama Sepuluh Bulan. Bisa dikatakan sebagai volunteer muda tahunan. Atau orang Jerman menyebutnya FSJ (Freiwillige Soziales Jahr). Orang-orang yang diperbolehkan bergabung sebagai volunteer adalah remaja berumur 16-26 Tahun. Saat itu umur saya masih 21 Tahun.

Bekerja dengan orang cacat bukan lah pekerjaan yang mudah. Namun karna saya ikhlas dan sangat menikmati pekerjaan saya sehari-hari saya tidak merasakan sedikit pun adanya tekanan. Dari pengalamn saya menjadi seorang volunteer lah mata batin saya dibuka bahwa tak ada yang abadi di dunia ini dan kita harus selalu berbuat baik kepada semua orang di sekitar kita, karna kita tidak akan pernah tahu kapan kita akan mati atau berubah menjadi cacat karna tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.
Saya berteman baik dengan banyak orang cacat. Walaupun mereka berkebutuhan khusus tetapi mereka punya tanggung jawab untuk bekerja setiap hari.  Di Jerman fasilitas untuk orang cacat sangat memadai jika dibandingkan dengan negara maju dan berkembang lainnya.

Setiap satu bulan sekali saya diwajibkan untuk ikut Seminar dengan para volunteer lainnya. Saya mendapatkan banyak teman baru dari berbagai macam negara, dan mendapatkan pelatihan-pelatihan yang menurut saya sangat menyenangkan karna pelatihannya tidak membosankan.
Saya juga mendapatkan fasilitas tempat tinggal selama saya menjadi volunteer. Informasi lebih lanjut tentang volunteer ini silahkan klik di link www.brk-muenchen.de/stellenangebote/copy_of_zivildienst-und-freiwilliges-soziales-jahr
Banyak dari teman- teman saya setelah satu tahun bekerja sebagai volunteer mereka melanjutkan Ausbildung mereka sebagai seorang perawat atau dalam bahasa Jerman Krankenpflege. Namun saya kurang tertarik dengan jurusan tersebut dikarenakan saya lebih bahagia menjadi seorang hotelier.

Sebelum saya menjadi seorang volunteer saya tinggal dengan keluarga angkat selama kurang lebih satu tahun dan saya juga mengambil les bahasa jerman karena bahasa Jerman saya masih sangat kurang bagus. Saya pun juga harus mengurus anak anak dari keluarga angkat saya dari mulai bermain dan belajar bersama. Saya pun juga harus bersih-bersih rumah mereka karena saya tinggal bersama mereka.

Jujur tahun pertama saya di Jerman adalah masa paling pahit di hidup saya dimana saya sering sekali sedih dan rindu akan keluarga di Indonesia. Berbeda waktu, cuaca, bahasa, dan budaya hampir membuat saya gila.  Semuanya tidak seperti apa yang saya bayangkan. Memang di awal selalu pahit rasanya, namun saya sangat senang karna sekarang saya masih semangat dan tidak putus asa, bahkan saya bangga bisa melewati masa terkejam itu.
Mengapa saya bilang masa terkejam, karna saya jarang ada waktu luang, saya harus bekerja setiap saat bersama anak-anak. Sedangkan anak-anak di Jerman sangat buas. Mereka lucu, pintar, kritis, besar, tapi nakal sekali. Sehingga saya capek dan sering nangis kalau malam. Belum lagi saya belum punya teman.
Saya mendapatkan informasi ini dari guru les bahasa jerman saya di Goethe Institut Surabaya. Beliau juga dulu melakukan hal yang sama dengan saya sebelum beliau lulus S2 bahasa Jerman.
Untuk informasi lebih lanjut silahkan klik link https://www.aupairworld.com/en
Nah selama saya tinggal di Jerman saya bisa traveling ke berbagai macam negara-negara schengen.

Saya mengunjungi beberapa Negara di Eropa diantaranya, Austria, Belanda, Perancis, Belgia, Switzerland. Masih banyak negara-negara lain yang ingin saya kunjungi suatu hari kalau saya punya cukup waktu dan biaya.
Nah bagaimana dengan budaya orang Jerman? Orang Jerman terkenal sangat tepat waktu, patuh pada aturan ex: bayar pajak, mentaati peraturan lalu lintas. Orang Jerman juga sangat terkenal dengan recycling nya. Disini kita harus milah-milah sampah. Karna kebersihannya itu kita bisa minum air putih langsung dari Kran dan itu segernya luar biasa ..

Orang orang Jerman juga sangat well prepared sama weather. Setiap ganti musim mereka akan memisahkan pakaian mereka dan menyimpannya di Gudang untuk persiapan di musim selanjutnya.
Semua took tutup pada hari minggu kecuali di terminal dan pom bensin. Jadi kalau hari minggu ke kota pasti sepi….

Munich adalah salah kota paling aman dan paling bersih di Jerman, di dunia juga. Dan kota paling mahal untuk sewa tempat tinggal..
Saya sangat beruntung bisa tinggal di kota Munich, walaupun saya kurang suka sama sepak bola tapi saya sudah berkali-kali nonton Live pertandingan sepak bola Bayern Munich di stadion Allianz Arena.

Terkadang saya iri lihat teman teman yang bisa berkumpul dengan keluarga mereka setiap waktu, atau melihat teman-teman di Surabaya yang setiap tahun mendapatkan UMR lebih, atau facebook news saya penuh dengan foto-foto pernikahan teman-teman, atau foto anak-anak mereka yang imut.
Namun saya tidak pernah menyesal justru hal-hal tersebutlah yang semakin membuat diri saya semangat untuk sukses.
Nah pesan saya untuk adik-adik atau teman- teman sekalian yang sudah membaca tulisan saya ini, tidak ada jalan mudah untuk meraih sukses, dibutuhkan pengorbanan, ketekukan, dan kesabaran untuk meraihnya. 
Pesan saya adalah jangan pernah takut untuk bermimpi. Saya selau percaya dengan mimpi-mimpi saya karna saya tahu tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.

Jikalau dulu salah seorang ibu guru saya di SMK beliau bisa ke Inggris, kenapa saya tidak?
Jikalau kakak kelas saya dulu bisa training ke Malaysia kenapa saya tidak?
Nah sekarang jikalau saya, anak desa, dari kota sekecil Jombang bisa ke Jerman, kenapa kalian tidak?
Bermimpilah setinggi tingginya, mungkin lima tahun kedepan kalian bisa traveling ke Amerika, ke Hollywood, ke London, Manchester, ke Jerman, ke Italy, ke Jepang, ke Cina, dll.

Good luck and thank you for reading J


winter in Munich

Zürich, Switzerland
Derag Livinghotels am Deutschen Museum

Paris, France

Berlin, Germany

Foto saat masih jadi babysitter

Amsterdam, Belanda

Salzburg, Austria