Nama saya Melati,
umur 22 tahun. Saya tinggal di Jerman sudah sekitar 2,5 Tahun. Tepatnya di kota
Munich, Bavaria. Saya dulu pernah bersekolah di SMKN1 Jombang lulus tahun
ajaran 2012. Kemudian saya bekerja sebagai seorang Housekeeping room
attendant casual daily worker di Shangri-La Hotel Surabaya selama satu tahun.
Kemudian saya dipromosi dan pindah menjadi seorang Front desk agent di
Shangri-La Hotel Surabaya juga selama kurang lebih dua Tahun.
Tahun 2015 saya memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan
impian saya di Shangri-La Hotel Surabaya dan memilih untuk terbang ke Jerman
dengan alasan karena saya masih muda dan ingin melihat dunia lebih luas. Untuk bisa sampai ke Jerman membutuhkan
banyak sekali pengorbanan, lahir dan batin . bagaimana saya tidak boleh gegabah
dalam mengambil sebuah keputusan yang nantinya akan bermanfaat di kehidupan saya
di masa yang akan datang. Bukan lah proses yang mudah untuk bisa sampai ke
Jerman karena saya bukanlah mahasiswa yang jenius hingga dapat beasiswa. Saya
pun bukan orang yang berkecukupan hingga bisa jalan-jalan ke Jerman. Namun
semua berawal dari sebuah mimpi dan saya selalu percaya dengan mimpi saya. Saya
selalu berdoa dan berusaha agar kelak apa yang saya impikan bisa terwujud.
Saat ini saya
sedang bersekolah jurusan Perhotelan di salah satu Sekolah negeri milik
pemerintah di Munich, Bavaria. Sekolah saya ini bisa dikatakan program Diploma
atau tidak jauh beda dengan SMK.
Atau orang Jerman
menyebutnya sebagai Ausbildung. Nama Sekolah saya adalah Städtische berufsschule
für das hotel- gaststätten- und braugewerbe
Saya akan
menempuh program belajar ini selama 3 tahun. Saya tidak perlu membayar sepeser
pun untuk keperluan sekolah karna pihak tempat saya bekerja atau magang telah
bertanggung jawab atas semua keperluan saya di sekolah. Ausbildung ini adalah
Sekolah sambil Magang. Dalam waktu satu bulan saya diharuskan pergi ke sekolah
selama kurun waktu dua minggu dan magang di tempat kerja selama dua minggu
juga. Ketika saya ada jadwal untuk ke sekolah saya tidak diperbolehkan
mengambil cuti karna sekolah itu wajib. Saya akan diperbolehkan mengambil cuti
ketika saya ada jadwal di tempat magang.
Proses awal saya
bisa mendapatkan sekolah dan tempat magang ini bisa dikatakan tidak mudah
walaupun saya sudah punya pengalaman bekerja di Hotel bintang lima dikarenakan
saya adalah orang asing, bukan EU pula. Mereka (Perusahaan Jerman) akan lebih
memilih orang lokal ataupun orang orang asing yang masih berpasspor EU daripada
memilih orang-orang di luar EU karna
izin tinggal yang juga tidak mudah untuk bisa didapat.
Saya mengirim
banyak sekali surat lamaran ke berbagai macam hotel di Munich maupun di luar
kota Munich. Namun hasilnya nihil. Adapun beberapa kali undangan interview
namun kadang saya gagal ataupun saya belum cocok dengan tawaran mereka. Salah
satunya saya menginginkan tempat Ausbildung yang menyediakan tempat tinggal
karna untuk bisa mendapatkan tempat tinggal di kota Munich sangatlah tidak
mudah dan sangat mahal biaya sewanya. Kebanyakan Ausbildung di Hotel tidak
memfasilitasi trainee mereka tempat tinggal.
Musim Semi 2017
saya mendapat undangan interview di salah satu Hotel bintang tiga di Munich
yaitu Derag
Livinghotel am Deutschen Museum. Setelah melalui beberapa proses interview,
alhamdulillah hotel ini lah yang mau membantu saya untuk memberikan fasilitas
tempat tinggal. Sehingga saya menerima tawaran mereka untuk bisa bergabung
menjadi trainee mereka dalam kurun waktu tiga tahun. Mereka lah yang membantu
dan memantau saya dalam mengurus visa, asuransi kesehatan, dan masih banyak
dokumen yang saya perlukan untuk bisa terdaftar di Sekolah salah satunya
sertifikat berbahasa Jerman dikarenakan saya orang asing.
Setiap tahun ada
dua kali waktu dimana orang orang bisa memulai Ausbildung mereka yaitu semester
Musim Panas dimulai awal bulan September dan semester musim Dingin dimulai awal
bulan Februari.
Saat itu saya mulai di bulan September 2017. Hotel tempat saya magang ini memang jauh berbeda
dengan tempat saya bekerja dulu di Surabaya. Namun saya tidak pernah menyesal
atau berputus asa dalam mencari ilmu. Karna dimana pun saya berada pasti akan
selalu ada pengalaman yang berharga dan bermanfaat di kehidupan saya kelak.
Salah satu
cita-cita saya adalah bisa bekerja di Hotel di Jerman dan menimba ilmu selagi
ada kesempatan. Saya sangat bersyukur karna saya bisa mewujudkannya sekarang
ini. Namun semua ini saya dapatkan dengan proses yang sangat panjang dan sangat
menguras hati dan tenaga.
Sebelum saya bisa
menjadi bagian di Hotel tempat saya magang ini dan sebelum saya bersekolah,
saya bekerja di dinas Sosial tempat rehabilitasi orang cacat selama Sepuluh
Bulan. Bisa dikatakan sebagai volunteer muda tahunan. Atau orang Jerman
menyebutnya FSJ (Freiwillige Soziales Jahr). Orang-orang yang diperbolehkan
bergabung sebagai volunteer adalah remaja berumur 16-26 Tahun. Saat itu umur
saya masih 21 Tahun.
Bekerja dengan
orang cacat bukan lah pekerjaan yang mudah. Namun karna saya ikhlas dan sangat
menikmati pekerjaan saya sehari-hari saya tidak merasakan sedikit pun adanya
tekanan. Dari pengalamn saya menjadi seorang volunteer lah mata batin saya
dibuka bahwa tak ada yang abadi di dunia ini dan kita harus selalu berbuat baik
kepada semua orang di sekitar kita, karna kita tidak akan pernah tahu kapan
kita akan mati atau berubah menjadi cacat karna tidak ada yang tidak mungkin di
dunia ini.
Saya berteman
baik dengan banyak orang cacat. Walaupun mereka berkebutuhan khusus tetapi mereka
punya tanggung jawab untuk bekerja setiap hari.
Di Jerman fasilitas untuk orang cacat sangat memadai jika dibandingkan
dengan negara maju dan berkembang lainnya.
Setiap satu bulan
sekali saya diwajibkan untuk ikut Seminar dengan para volunteer lainnya. Saya
mendapatkan banyak teman baru dari berbagai macam negara, dan mendapatkan
pelatihan-pelatihan yang menurut saya sangat menyenangkan karna pelatihannya
tidak membosankan.
Saya juga mendapatkan fasilitas tempat tinggal selama saya
menjadi volunteer. Informasi lebih
lanjut tentang volunteer ini silahkan klik di link www.brk-muenchen.de/stellenangebote/copy_of_zivildienst-und-freiwilliges-soziales-jahr
Banyak dari
teman- teman saya setelah satu tahun bekerja sebagai volunteer mereka
melanjutkan Ausbildung mereka sebagai seorang perawat atau dalam bahasa Jerman
Krankenpflege. Namun saya kurang tertarik dengan jurusan tersebut dikarenakan
saya lebih bahagia menjadi seorang hotelier.
Sebelum saya
menjadi seorang volunteer saya tinggal dengan keluarga angkat selama kurang
lebih satu tahun dan saya juga mengambil les bahasa jerman karena bahasa Jerman
saya masih sangat kurang bagus. Saya pun juga harus mengurus anak anak dari
keluarga angkat saya dari mulai bermain dan belajar bersama. Saya pun juga
harus bersih-bersih rumah mereka karena saya tinggal bersama mereka.
Jujur tahun
pertama saya di Jerman adalah masa paling pahit di hidup saya dimana saya
sering sekali sedih dan rindu akan keluarga di Indonesia. Berbeda waktu,
cuaca, bahasa, dan budaya hampir membuat saya gila. Semuanya tidak seperti apa yang saya
bayangkan. Memang di awal selalu pahit rasanya, namun saya sangat senang karna
sekarang saya masih semangat dan tidak putus asa, bahkan saya bangga bisa
melewati masa terkejam itu.
Mengapa saya bilang masa terkejam, karna saya jarang ada
waktu luang, saya harus bekerja setiap saat bersama anak-anak. Sedangkan anak-anak
di Jerman sangat buas. Mereka lucu, pintar, kritis, besar, tapi nakal sekali. Sehingga
saya capek dan sering nangis kalau malam. Belum lagi saya belum punya teman.
Saya mendapatkan informasi ini dari guru les bahasa jerman saya
di Goethe Institut Surabaya. Beliau juga dulu melakukan hal yang sama dengan
saya sebelum beliau lulus S2 bahasa Jerman.
Untuk informasi
lebih lanjut silahkan klik link https://www.aupairworld.com/en
Nah selama saya
tinggal di Jerman saya bisa traveling ke berbagai macam negara-negara schengen.
Kalian tau
schengen? https://id.wikipedia.org/wiki/Kawasan_Schengen
Saya mengunjungi
beberapa Negara di Eropa diantaranya, Austria, Belanda, Perancis, Belgia,
Switzerland. Masih banyak negara-negara lain yang ingin saya kunjungi suatu
hari kalau saya punya cukup waktu dan biaya.
Nah bagaimana dengan budaya orang Jerman? Orang Jerman
terkenal sangat tepat waktu, patuh pada aturan ex: bayar pajak, mentaati
peraturan lalu lintas. Orang Jerman juga sangat terkenal dengan recycling nya.
Disini kita harus milah-milah sampah. Karna kebersihannya itu kita bisa minum
air putih langsung dari Kran dan itu segernya luar biasa ..
Orang orang Jerman juga sangat well prepared sama weather.
Setiap ganti musim mereka akan memisahkan pakaian mereka dan menyimpannya di
Gudang untuk persiapan di musim selanjutnya.
Semua took tutup pada hari minggu kecuali di terminal dan
pom bensin. Jadi kalau hari minggu ke kota pasti sepi….
Munich adalah salah kota paling aman dan paling bersih di
Jerman, di dunia juga. Dan kota paling mahal untuk sewa tempat tinggal..
Saya sangat beruntung bisa tinggal di kota Munich, walaupun
saya kurang suka sama sepak bola tapi saya sudah berkali-kali nonton Live
pertandingan sepak bola Bayern Munich di stadion Allianz Arena.
Terkadang saya iri lihat teman teman yang bisa berkumpul
dengan keluarga mereka setiap waktu, atau melihat teman-teman di Surabaya yang
setiap tahun mendapatkan UMR lebih, atau facebook news saya penuh dengan
foto-foto pernikahan teman-teman, atau foto anak-anak mereka yang imut.
Namun saya tidak pernah menyesal justru hal-hal tersebutlah
yang semakin membuat diri saya semangat untuk sukses.
Nah pesan saya untuk adik-adik atau teman- teman sekalian yang
sudah membaca tulisan saya ini, tidak ada jalan mudah untuk meraih sukses,
dibutuhkan pengorbanan, ketekukan, dan kesabaran untuk meraihnya.
Pesan saya
adalah jangan pernah takut untuk bermimpi. Saya selau percaya dengan
mimpi-mimpi saya karna saya tahu tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.
Jikalau dulu salah seorang ibu guru saya di SMK beliau bisa
ke Inggris, kenapa saya tidak?
Jikalau kakak kelas saya dulu bisa training ke Malaysia
kenapa saya tidak?
Nah sekarang
jikalau saya, anak desa, dari kota sekecil Jombang bisa ke Jerman, kenapa kalian
tidak?
Bermimpilah
setinggi tingginya, mungkin lima tahun kedepan kalian bisa traveling ke
Amerika, ke Hollywood, ke London, Manchester, ke Jerman, ke Italy, ke Jepang,
ke Cina, dll.
Good luck and thank you for reading J
![]() |
| winter in Munich |
| Zürich, Switzerland |
![]() |
| Derag Livinghotels am Deutschen Museum |
| Paris, France |
| Berlin, Germany |
| Foto saat masih jadi babysitter |
| Amsterdam, Belanda |
| Salzburg, Austria |

